:)
Dan ketika aku harus terjatuh untuk kesekian kalinya pun,
kau tetap menjulurkan tanganmu,
membersihkan luka di tempat yang sama,
mengobatinya dengan kelembutan yang sama,
tak pernah berubah,
tanpa keluh,
tanpa amarah,
apalagi cacian,
Meski hari berganti dan masing2 kita telah menjadi dewasa,
gravitasi seolah tak bosan mengelus kedua lututku,
hingga aku kembali terjatuh,
berkali-kali
dan padamu,
hanya padamu,
lagi2 aku berlari,
menyembunyikan air mata dalam dekap bahumu,
menyelaraskan guncangan emosii dengan naik turun nafasmu,
menyembuhkan satu per satu sayatan luka lewat senyumanmu,
mengusir perih lewat teduhnya binar matamu,
selalu begitu,
meski kita hanya bertatapan,
meski tak sepatah pun terucapkan,
tapi kau memahami lebih dari yang kupahami atas diriku,
mengerti jauh dari isyarat yang sanggup kulukiskan,
maaf,
dan terima kasih...
karena betapapun nistanya diri ini,
kau tetap menerimaku seutuhnya,
sebagai seorang Aravinda...
Semoga Allah melimpahkan berjuta Cinta-Nya untukmu :)
_________________________________
API, si belet yang hampir selalu lupa ulang tahun gw. Ngucapin baru berbulan-bulan setelahnya itupun setelah diingetin. :p
Tapi dia mengerti, tanpa gw harus bercerita panjang lebar kali tinggi.






0 comments:
Post a Comment